<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Abadi Purwadaksina &#187; gerhana matahari cincin</title>
	<atom:link href="http://www.abadipurwadaksina.com/tag/gerhana-matahari-cincin/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.abadipurwadaksina.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Jul 2010 02:34:34 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Apa Itu Gerhana Matahari</title>
		<link>http://www.abadipurwadaksina.com/apa-itu-gerhana-matahari/</link>
		<comments>http://www.abadipurwadaksina.com/apa-itu-gerhana-matahari/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 22:36:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abadi Purwadaksina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[gerhana matahari]]></category>
		<category><![CDATA[gerhana matahari cincin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.abadipurwadaksina.com/?p=1029</guid>
		<description><![CDATA[
Pada hari Jumat tanggal 15 Januari 2010 kemaren terjadi gerhana matahari cincin di Indonesia, walaupun tidak di semua tempat di Indonesia bisa menyaksikan langsung gerhana matahari tersebut. Saya sendiri di daerah Sukabumi, Jawa Barat tidak bisa menyaksikan fenomena alam tersebut karena cuaca mendung. Bagi yang belum tahu apa itu gerhana matahari berikut petikan yang saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-1030" title="Gerhana matahari pada tanggal 29 Maret  2006" src="http://www.abadipurwadaksina.com/wp-content/uploads/2010/01/Solar_eclipse_animate_2006-Mar-29.gif" alt="Gerhana matahari pada tanggal 29 Maret  2006" width="250" height="270" /></p>
<p>Pada hari Jumat tanggal 15 Januari 2010 kemaren terjadi <strong>gerhana matahari cincin</strong> di Indonesia, walaupun tidak di semua tempat di Indonesia bisa menyaksikan langsung <strong>gerhana matahari</strong> tersebut. Saya sendiri di daerah Sukabumi, Jawa Barat tidak bisa menyaksikan fenomena alam tersebut karena cuaca mendung. Bagi yang belum tahu <a title="Apa itu Gerhana Matahari?" href="http://www.abadipurwadaksina.com/apa-itu-gerhana-matahari/">apa itu gerhana matahari</a> berikut petikan yang saya copas <span style="text-decoration: line-through;">tanpa ijin berikut gambarnya</span> dari <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gerhana_matahari">Wikipedia</a> :</p>
<p><strong>Gerhana matahari</strong> terjadi ketika posisi Bulan terletak di antara Bumi dan Matahari sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari. Walaupun Bulan  lebih kecil, bayangan Bulan mampu melindungi cahaya matahari sepenuhnya  karena Bulan yang berjarak rata-rata jarak 384.400 kilometer dari Bumi  lebih dekat dibandingkan Matahari yang mempunyai jarak rata-rata  149.680.000 kilometer.</p>
<p>Gerhana matahari dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu: <strong>gerhana  total</strong>, <strong>gerhana sebagian</strong>, dan <strong>gerhana cincin</strong>. Sebuah gerhana matahari  dikatakan sebagai gerhana total apabila saat puncak gerhana, piringan  Matahari ditutup sepenuhnya oleh piringan Bulan. Saat itu, piringan  Bulan sama besar atau lebih besar dari piringan Matahari. Ukuran  piringan Matahari dan piringan Bulan sendiri berubah-ubah tergantung  pada masing-masing jarak Bumi-Bulan dan Bumi-Matahari.</p>
<p><span id="more-1029"></span></p>
<p>Gerhana sebagian terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana)  hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Pada gerhana ini, selalu  ada bagian dari piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan  Bulan.</p>
<p>Gerhana cincin terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana)  hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Gerhana jenis ini terjadi  bila ukuran piringan Bulan lebih kecil dari piringan Matahari. Sehingga  ketika piringan Bulan berada di depan piringan Matahari, tidak seluruh  piringan Matahari akan tertutup oleh piringan Bulan. Bagian piringan  Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan, berada di sekeliling  piringan Bulan dan terlihat seperti cincin yang bercahaya.</p>
<p>Gerhana matahari tidak dapat berlangsung melebihi 7 menit 40 detik.  Ketika gerhana matahari, orang dilarang melihat ke arah Matahari dengan  mata telanjang karena hal ini dapat merusakkan mata secara permanen dan  mengakibatkan kebutaan.</p>
<h2><span id="Mengamati_gerhana_matahari">Mengamati  gerhana matahari</span></h2>
<p>Melihat secara langsung ke fotosfer matahari (bagian cincin terang dari matahari) walaupun hanya dalam beberapa  detik dapat mengakibatkan kerusakan permanen retina mata karena  radiasi tinggi yang tak terlihat yang dipancarkan dari fotosfer.  Kerusakan yang ditimbulkan dapat mengakibatkan kebutaan. Mengamati  gerhana matahari membutuhkan pelindung mata khusus atau dengan  menggunakan metode melihat secara tidak langsung. Kaca mata <em>sunglasses</em> tidak aman untuk digunakan karena tidak menyaring radiasi inframerah yang dapat merusak retina mata.</p>
<img src="http://www.abadipurwadaksina.com/?ak_action=api_record_view&id=1029&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.abadipurwadaksina.com/apa-itu-gerhana-matahari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
